Desember 03, 2010

Dan Kutemukan Jawaban

Malam mulai berganti dan pagi telah menanti, dingin dini hari ini akibat hujan yang mengguyur lebat mulai menyusup ketubuh kurus ini. Dan seperti biasa didalam kegelapan ini aku tetap duduk di bangku tua yang ada di beranda rumah tua itu. Seperti malam-malam sebelumnya hanya duduk terdiam dengan sebatang rokok dalam hisapan yang menemani kesendirian.
Jelang pagi ini teramat sunyi, bahkan suara jangkrik tak ada satupun yang terdengar walau hujan telah reda, hanya hembusan angin yang menimbulkan suara daun mangga didepan rumah yang saling bergesekan. Dan pikiranku pun semakin gila, mendadak saja muncul pertanyaan-pertanyaan tolol yang memenuhi rongga kepala ini. Mungkin setan telah berbisik didalam hatiku hingga terbersit pertanyaan-pertanyaan ini.
Aku mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan, benarkah Tuhan itu ada? mengapa tak ada satupun yang tahu seperti apa bentuk -NYA. Belum selesai pertanyaan ini terjawab oleh otak ku,muncul lagi pertanyaan yang tak kalah konyolna, kini ku pertanyakan takdir, benarkah takdir itu ada dan tiap manusia memiliki takdirnya masing-masing?? Dalam kegelapan fikirku aku coba usir pertanyaan-petanyaan edan tersebut, ah ini pasti perbuatan setan yang coba goyahkan keyakinan, ealah dasar setan kini diotak ku muncul lagi satu pertanyaan kenapa setan di hukum Tuhan dengan dimasukkan kedalam neraka?? bukankah setan terbuat dari api sama halnya dengan neraka,tentu ini tak akan menyakiti setan sama sekali karena terbuat dari unsur yang sama, apakah ini satu kesalahan Tuhan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus mengganguku hingga fajar menjelang,dingin angin malam tak lagi kurasa dan tak terasa nyaris sebungkus rokok telah kuhabiskan. Dalam kalapku aku pun berteriak "SETAAAAAANNNNNNNNNN" dan kutampar pipiku dengan begitu kerasnya. Teramat keras hingga mampu buatku tersadar dan kurasakan begitu sakit pipi ini. Dan kemudian aku pun tertawa terbahak-bahak saat kusadari ternyata jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ku terjawab dengan sendirinya.
Kurasakan sakit saat kutampar pipiku ini,aku tahu rasa sakit itu tapi aku tidak pernah bertemu wujudnya sakit,begitu pula Tuhan meskipun aku tak pernah melihat wujud-Nya namun aku bisa merasakan keberadaan-Nya.
Aku tak pernah bermimpi untuk menampar diriku sendiri dan akupun tak pernah sekalipun merencanakannya, inilah sebagian dari yang dinamakan takdir.
Pipiku terbuat dari kulit begitu pula telapak tangan ini,namun tetap saja menyakitkan rasa tamparan itu. Pastinya neraka akan tetap menjadi tempat yang menyakitkan buat setan biarpun terbuat dari unsur yang sama.
Sayup-sayup adzan subuh berkumandang dan aku pun berdiri dari bangku tua itu sembari bersyukur akhirnya kutemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang hadir malam ini.

2 coretan kamu:

anna boenqa hittam mengatakan...

karena sudah k'temu jawabannya,
jadi no koment sajjah... ^_^

awanbyru mengatakan...

komen atau gak tetep saya ucapkan terimakasih atas kunjungannya :)

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Yang corat coret Bebas 3 Buta
*buta mata
*buta aksara
*buta bahasa