
Sebuah pesan dari salah satu grup di fesbuk aku terima sore ini. Setelah membacanya aku jadi pengen menulis ulang cerita dalam pesan tersebut buat kawan semua. Hehehe tapi jangan berharap aku akan menulisnya sama persis dengan yang aku terima.Tentunya cerita dariku akan menjadi lebih tidak masuk akal dan semakin membingungkan buat kawan semua,hehe silahkan stop disini bila kawan tak ingin lanjut membacanya. Dan beginilah ceritanya menurut versiku.
Malam itu tanpa alasan yang jelas aku berhenti diatas jembatan niti yang terbujur diatas sungai gelis(kaligelis). Aku pinggirkan motorku di bantaran kaligelis lalu duduk diam sambil memperhatikan arus air yang malam ini lumayan deras.Dari arah utara masih terlihat kilatan cahaya petir,mungkin diatas muria sana masih hujan,pantas saja aliran air kaligelis lumayan deras. Dari posisi dudukku aku bisa jelas melihat kolong jembatan niti, malam ini tak ada seorangpun yang menginap disana,biasanya ada beberapa gelandangan dan kelompok spiritual misterius yang memanfaatkan kolong jembatan niti sebagai tempat melepas lelah.
Air yang lumayan deras tampaknya membuat mereka tidak menginap malam ini.
Sesuatu yang berkilauan dibawah jembatan tampak dalam penglihatanku yang samar-samar. Kucoba menyoroti benda itu dari flashlight kamera hpku tapi masih belum jelas dari atas sini. Penasaran dengan benda mengkilap itu, segera kukunci setang motorku dan nekad kuturuni bantaran sungai yang gelap dan licin.Wow!! Cuma kata itu yang keluar dari bibirku sesampainya aku dibawah jembatan,mungkinkah ini lampu wasiat? Benda berwarna kuning ini terlihat kuno dan sangat mirip dengan lampu ajaib yang sering aku lihat di film-film dan buku-buku cerita. Sekelilingku sepi tak ada seorangpun disini. Entah darimana benda ini bisa berada disini, mungkin ini milik pedagang barang antik yang kalau pagi berjualan dipasar loak diatas bantaran kaligelis, atau bisa juga ini milik kelompok spiritual misterius yang tertinggal disini? Entahlah,kuambil benda antik tersebut dan segera kembali keatas bantaran kali.
Sesampainya dikamarku yang selalu kubiarkan remang-remang, aku pandangi lagi benda antik itu,tampaknya lebih mirip cerek untuk bikin teh daripada disebut lampu. Benar-benar antik, dan rasanya memang belum pernah aku melihat benda seperti ini selain didalam film atau buku dongeng anak-anak.
*woi kapan digosoknya nih?* hahaha sabar kawan,tentunya kawan semua sudah hapal cerita ini, ok aku lanjutin ceritanya.
Menurut cerita benda ini akan keluar jin nya bila digosok dan akan mengabulkan permintaan manusia yang menggosoknya. Bujug,merinding aku membayangkan mahluk apa yang akan keluar dari benda tua nan klasik yang ada didepanku bila aku nekat menggosoknya. Aku kuatkan hatiku untuk menghadapi apapun yang akan segera terjadi bila aku turuti rasa penasaranku untuk menggosok benda antik ini. Mampukah aku menghadapinya dan sanggupkah aku berkomunikasi dengannya bila ternyata benda ini benar-benar ajaib dan berpenghuni? Ah peduli setan,jin,atau mak lampir sekalian,kupegang benda itu dengan tangan kiri dan kugosok pelan-pelan dengan tangan kanan ku.
Huwaaa....! Meskipun sudah persiapan menghadapi apa yang akan aku temui,tetap saja aku menjerit kaget saat didepanku berdiri mahluk tinggi besar. Ternyata tidak seperti di dalam film dimana keluar asap sebelum keluar jin nya. Yang ini ternyata muncul begitu saja didepanku secara mengagetkan sambil menguap lebar. Dan mahluk ini mulai bicara dengan bahasa yang tidak pernah aku dengar sebelumnya namun aku bisa mengerti apa yang dibicarakannya.
''hoahmm ada apa tuan membangunkan ku, sudahkah tuan putuskan apa permintaan ketiga??''
Suaranya begitu berat dan menurutku agak malas-malasan terdengar sedikit marah hingga membuatku tergagap.
''cepatlah tuan ucapkan permintaan tuan biar segera hamba kabulkan dan biarkan hamba terbebas dari lampu sialan ini.'' waduh ini jin mulai maksa dan tampaknya agak ngigau,kuberanikan diri untuk menjawabnya dengan bahasa keseharianku,bodo dah ini jin ngerti pa kagak.
''woi!! om jin ente ngigau ya? Yang pertama aja belum kok udah nyampe permintaan ketiga, bangun euy'' melotot mata jin menatapku hingga membuatku selangkah mundur.
''hahaha ternyata aku punya majikan baru, perlu tuan ketahui aku sudah mengabulkan dua permintaan majikan terdahuluku,jadi kewajibanku tinggal mengabulkan satu permintaan siapapun majikanku,sebelum aku bebas dari lampu sialan ini'' tetap melotot jin itu memberi penjelasan padaku.
''CEPATLAH TUAN!!'' paksanya.
''okelah om jin,dengarkan baik-baik permintaanku,dan segera kabulkan seperti janjimu'' dalam hal ini aku harus hati-hati agar tak salah mengucap permintaan.
''AKU MINTA TIGA PERMINTAAN LAGI!!'' inilah keinginanku sejak kecil bila mempunyai satu permintaan tersisa, dan ternyata iklan produk di televisi juga melakukan hal ini. Jin itu melotot dengan mata besarnya yang menakutkan.
''tuanku,hamba mohon jangan itu permintaannya, bukankah itu sama artinya tuanku memerangkap hamba lebih lama lagi didalam lampu ini? mintalah kaya raya, mintalah wanita cantik ,mintalah rumah mewah,niscaya hamba kabulkan'' tampak berkaca-kaca mata besar itu saat memintaku mengganti permintaanku hingga membuatku tak enak hati.
''baiklah,ini permintaanku yang baru. Sepanjang hidupku aku tak pernah berhasil berhubungan dengan perempuan, setelah aku coba pahami ternyata diriku tidak pernah peka,tidak bisa mengerti apa yang ada dihati para perempuan. Jadi aku ingin kamu mengabulkan permintaanku, buatlah aku mengerti isi hati perempuan,sehingga aku bisa tahu kenapa mereka menangis, kenapa mereka tertawa, apa yang membuatnya bahagia,apa yang membuatnya bersedih,buat aku memahami apa keinginan perempuan sehingga aku tahu perasaan mereka ketika tiba-tiba membisu padaku,buat aku tahu apa yang mereka inginkan ketika mereka tidak memberitahuku apa yang sebenarnya mereka inginkan, aku ingin tahu apa yang benar-benar membuat perempuan bahagia'' aku ucapkan permintaanku dengan detail dan jelas biar mahluk ini tidak salah saat mengabulkannya.
Sejenak keheningan menyelimuti kamarku,aku melihat jin itu termenung dan berpikir keras. Sampai akhirnya jin ini kemudian berkata...
''Kamu mau kalau aku beri tiga permintaan lagi dan aku tambah bonus satu permintaan lagi??''
Kawan.....Benarkah perempuan begitu sulit untuk dipahami? hingga om Jin pun tak sanggup mengabulkan permintaanku??
Kali ini ceritanya aku cukupkan sekian saja, untuk selanjutnya silahkan kawan teruskan saja sendiri bagaimana ending cerita diatas hehehe lumayan lho masih ada empat permintaan buat kawan semua :p





2 coretan kamu:
[quote]...aku tak pernah berhasil
berhubungan dengan
perempuan, setelah aku coba
pahami ternyata diriku tidak
pernah peka,tidak bisa
mengerti apa yang ada dihati
para perempuan...[/quote] aku banget.. :D
hahahaha gak minta permintaan kamu wax??
Poskan Komentar
Yang corat coret Bebas 3 Buta
*buta mata
*buta aksara
*buta bahasa